Sabtu, 17 September 2016

NASEHAT YANG LEBIH MANIS DARI PADA MADU



 Dikutip dari buku “lelaki yang paling bahagia di dunia” karangan syaikh Aidh Al-Qarni

 0. mulailah harimu dengan sholat fajr dan doa-doa di pagi hari agar kau mendapatkan keberuntungan dan kesuksesan
 1. lanjutkan dengan istighfar agar syetan menghindar darimu
 2. jangan putus berdoa, karena sesungguhnya doa merupakan tali kesuksesan
 3. ingatlah bahwa apapun yg kau katakan akan dicatat oleh malaikat
 4. senantiasalah optimis meskipun engkau dalam puncak kesusahan
5. bahwa keindahan jari jemari karena ia terikat dengan tasbih
 6. jika engkau menghadapi kegelisahan dan berbagai kegundahan maka ucapkanlah “laa ilaaha illallahu”
 7. belilah dengan uang dirhammu (berinfaklah) untuk mendapatkan doa orang fakir dan kecintaan orang miskin
 8. sujud panjang dengan khusyuk itu lebih baik daripada istana2 yang mgah.
 9. berfikirlah sebelum berkata, bisa jadi satu perkataanmu bisa mematikan (menyakiti hati orang)
 10. berhati hatilah terhadap doa orang yang didholimi dan air mata orang yang terampas haknya
 11. Sebelum engkau membaca buku, koran dan majalah, bacalah terlebih dahulu AlQur’an
 12. jadilah kau sebab bagi keistiqomahan keluargamu
 13. bersungguh-sungguhlah jiwamu melaksanakan ketaatan, karena jiwa manusia itu senantiasa mengajak kepada keburukan
 14. Ciumlah telapak tangan kedua orangtuamu, kau pasti mendapatkan keridhoan
 15. Baju-baju lamamu merupakan baju baju baru menurut orang orang fakir
 16. janganlah kau marah, karena hidup ini sangat singkat dari yang kau bayangkan
 17. Engkau senantiasa bersama dzat yang maha kuat maha kaya, dialah Allah ‘azza wa jalla,
 18. Jangan kau tutup pintu terkabulnya doa dengan melakukan maksiat
 19. sholat adalah sebaik baik penolongmu dalam menghadapi berbagai musibah dan kelelahan
 20. hindari berburuk angka, kau akan mendapatkan ketenangan dan kenyamanan
 21. penyebab dari segala kegundahan adalah berpaling dari ALLAH, maka segeralah menuju kepada Nya.
 22. Sholatlah kau, karena sholatmu akan menemanimu di kubur
 23. jika kau mendengar orang yang meggunjing (ghibah) maka katakanlah padanya: bertaqwalah kau kepada ALLAH
 24. dawamkanlah (senantiasa) kau baca surat Tabarak (sural Al Mulk) karena ia adalah penyelamat
 25. orang yang mahruum (terhalang dari rahmat Allah) adalah orang yang terhalang dari mengerjakan sholat dg khusyuk dan mengalirkan air mata
 26. Jangan kau hina orang mukmin yang sedang lalai
 27. jadikanlah semua rasa cinta itu karena ALLAH dan Rasul Nya
 28. maafkanlah orang yang menggunjingmu, karena dia telah menghadiahkan kebaikannya untukmu
 29. sholat, tilawah, dzikir, merupakan hiasan damu
 30. barangsiapa mengingat panasnya neraka maka ia akan bersabar terhadap dorongan untuk melakukan maksiat
 31. selama qiyamullail ditegakkan, maka segala penyakit akan hilang, krisis akan berlalu, dan kesusahan akan lenyap
 32. jauhilah “katanya dan katanya” karena kau masih punya pekerjaan bak gunung
 33. Kerjakanlah sholat dengan khusyuk, karena segala hal yang menantimu selain sholat itu lebih rendah urusannya daripada sholat
 34. jadikanlah mushaf senantiasa disisimu, karena membaca satu ayat Al-Quran itu lebih baik daripada dunia dan isinya
 35. kehidupan itu indah, dan lebih indah lagi jika kau sartai iman.
 Ana telah mengirimkan pesan ini kepada orang2 yang ana cintai, maka kirimkanlah pesan ini kepada orang2 yang anta/i cintai.

Laa ma’buda bihaqqin illallah !!!

Laa ma’buda bihaqqin illallah !!!


A : “Pak dosen, bisa tolong jelaskan ke ana apa makna dari kalimat ‘Laa ilaaha illallah’?”

B : “Baiklah, akan ana jelaskan, dengarkan baik2…
Kalimat Laa ilaaha illallah mempunyai 2 makna, yaitu:
1. Tidak ada Tuhan selain Allah.
2. Tidak ada tuhan (“t” kecil) selain Tuhan (“t” besar).”

A : “Tidak ada tuhan selain Allah? Apa arti dari kata ‘Tuhan’ pada kalimat tersebut, pak dosen?”
B : “Tuhan artinya Sang Pencipta, Pemberi rizki, dan Pengatur alam semesta.”

A : “Kalau Tuhan diartikan hanya sebagai Sang pencipta, pemberi rizki, dan pengatur alam semesta, berarti orang2 musyrikin Mekkah pada zaman Nabi Muhammad juga termasuk muslim, bukan orang musyrik, tapi kenapa mereka diperangi sama Nabi?”

B : “Siapa yang bilang kalo mereka juga muslim?? Mereka tetap musyrik!”

A : “BUkankah mereka juga mengakui dan mempercayai kalau Tuhan mereka adalah Allah, yang telah menciptakan mereka, memberi rizki mereka dan mengatur alam semesta ini?!
Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Katakanlah, ’Siapakah yang memberi rizki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan siapakah yang mengatur segala urusan?’ Maka mereka akan menjawab,’Allah’” (QS. Yunus [10]: 31).
Ayat tersebut ditujukan kepada kaum musyrikin pada waktu itu yang juga menyakini bahwa Tuhan  mereka adalah Allah sebagai Pencipta, Pemberi rizki, dan Pengatur alam semesta. Kalau mereka mengakui juga seperti itu, lantas kenapa mereka tetap musyrik dan diperangi??”

B : (Glek…!) “Maaf, Tuhan itu bermakna Sesembahan. Jadi Laa ilaaha illallah maknanya adalah ‘Tidak ada sesembahan selain Allah’.”

A : “Tidak ada sesembahan selain Allah??… Hmmm….
Berarti Nabi Isa adalah Allah? Sesembahannya kaum musyrikin Mekkah seperti Wadd, Suwa, Yaghuts, Ya’uq, Nasr, Latta, Uzza, dan Manat semuanya adalah Allah?”

B: “Tidak! Siapa yang bilang mereka adalah Allah? Mereka adalah berhala2, bukan Allah!”

A : “Coba bapak cermati, kalimat ‘Tidak ada sesembahan kecuali Allah’, artinya sama dengan ‘Semua sesembahan adalah Allah’. Contoh lain adalah ketika kita mengatakan, ‘Tidak ada pendaki gunung kecuali memiliki senter’ maka artinya sama dengan ‘Semua pendaki gunung memiliki senter.”
Berarti semua sesembahan yang disembah di dunia ini adalah Allah? Jika mengikuti makna dari pemahaman bapak.
Firman Allah Ta’ala, “Mereka mengambil sesembahan-sesembahan selain Allah, agar mereka mendapat pertolongan” (QS. Yasin [36]: 73).
Kesimpulannya, memaknai ‘laa ilaaha illallah’ dengan ‘tidak ada sesembahan selain Allah’ adalah tidak tepat karena realita menunjukkan bahwa di dunia ini terdapat sesembahan-sesembahan yang lain selain Allah Ta’ala. Bahkan Allah sendiri mengakui bahwa memang terdapat sesembahan selain Dia.”

B : “Jadi, apa makna yang benar dari kalimat Laa ilaaha illallah menurut anda?”

A : “Makna yang tepat adalah La ma’buda bihaqqin illallah, yaitu tidak ada sesembahan yang berhak (benar) disembah kecuali Allah, atau Laa ilaaha haqqun illallah. Dalilnya firman Allah Ta’ala yang artinya, “Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dia-lah (sesembahan) yang haq (benar). Dan sesungguhnya apa saja yang mereka sembah selain Allah itulah (sesembahan) yang batil” (QS. Luqman [30]: 31).
Inilah kenapa kaum musyrikin Mekkah enggan menerima dan mengucapkan kalimat ini. kalimat ini menuntut kita untuk menyembah hanya kepada Allah ta’ala dan mengingkari segala sesembahan selain-Nya, entah itu malaikat, nabi, orang salih, jin, matahari, pohon, apalagi batu. Dan orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallah harus meyakini bahwa segala bentuk ibadah, entah itu shalat, puasa, nadzar, sembelihan, meminta perlindungan dan keselamatan, dan lain sebagainya hanya boleh ditujukan kepada Allah.”

B : “Anda telah berbuat Bid’ah! Anda telah menambahkan kalimat lain kedalam kalimat Laa ilaaha illallah, menjadi Laa ilaaha haqqun illallah atau La ma’buda bihaqqin illallah. Kenapa kalimat tersebut ditambahkan dengan kata ‘haqqun’? Apakah itu bukan bid’ah?”

A : “Dijelaskan oleh ulama, karena kaidah bahasa Arab menuntut agar kalimat tersebut disampaikan secara ringkas, namun dapat difahami oleh setiap orang yang mendengarnya. Meskipun kata ‘haqqun’ dibuang, namun orang-orang musyrik jahiliyyah dahulu telah memahami bahwa ada satu kata yang dibuang (yaitu ‘haqqun’) dengan hanya mendengar kalimat “laa ilaaha illallah”. Karena bagaimanapun, orang-orang musyrik jahiliyyah adalah masyarakat yang fasih dalam berbahasa Arab. (Lihat At-Tamhiid, hal. 77-78).
Yang sebenarnya bid’ah adalah ketika kalimat tersebut diartikan dengan makna yang tidak sesuai dengan makna sebenarnya, yaitu seperti mengartikan Tuhan sebatas keyakinan orang-orang awwam, atau mengartikan menjadi ‘Tidak ada tuhan (“t” kecil) selain Tuhan (“t” besar)’. Wallahu a’lam.”

Sabtu, 07 Mei 2016

Renungan.mengenai sholat

Renungan.
Apabila kita ingin mendirikan solat maka mulakan dgn langkah tertipnya, sekiranya kita melaksanakan dimasjid2 berjemaah, itu satu perkara yg afdal dan yg disarankan oleh Rasulullah s.a.w.
Apabila kita sudah ada di dalam saf, langkah kita dgn langkah kaki kanan dahulu diatas barisan saf dgn menyebut Allah kaki kanan dan kiri Akhbar.
Angkat tangan doa didalam hati (Ya Allah, terimalah amal ibadah dari hambamu yg dhoif ini)-
Kemudian mengucaplah 2 kalimah syahadah, Selawat atas nabi lahaulawala quataillabilla....bacalah al ikhlas 1x
Pejam mata seketika, tenang...kemudian tarek nafas perlahan2 lembut tahan sedetik maka lepaskan nafas seraya menyebut lafas niat.
tarek nafas kembali halus dan lembut lakukan pula perbuatannya dan sebutlah dgn ikhlas ALLAH AKHBAR..
Sambil kiam.
Kemudian tarek nafas lembut sampai kedada kempis kan perut lembut lepaskan nafas seraya menyebut doa iftitah sampai mana yg kita mampu, ulang2 kan kaedah itu berulang2 sehingga selesai bacaan kita.

Apabila membaca tawauz/isti'azah tenang dan tarek nafas dari hidung perlahan tenang dan lembut hingga ke dada dan kempiskan perut dan lepaskan nafas seraya sebutlah ucapannya, dan begitulah dlm bacaan basmallah dan al fatehah dan semua bacaan2 didalam solat.
Cuba praktikkannya, lembut dan ikhlas, kita akan dapat rasakan suasana ibadah itu dlm keadaan tenang dada bergetar yg mampu melahirkan rasa sebak didada sehingga kita sendiri tidak mampu menahannya,.
insha Allah, cubalah pujuk2 hatimu itu agar lembut, sepertimana yg kita faham dan kita selalu katakan Allah itu begitu dan begini. Rasakan kebesaranNya dan KebenaranNya.

Senin, 02 Mei 2016

ADAB UTANG PIUTANG


1. Jangan pernah tidak mencatat utang piutang.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنتُم بِدَيْنٍ إِلَىٰ أَجَلٍ مُّسَمًّى فَاكْتُبُوهُ ۚ... سورة البقرة 282
"Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kalian menuliskannya." (QS Al-Baqarah: 282)
2. Jangan pernah berniat tidak melunasi utang.
عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ قَالَ أَيُّمَا رَجُلٍ يَدَيَّنُ دَيْنًا وَهُوَ مُجْمِعٌ أَنْ لاَ يُوَفِّيَهُ إِيَّاهُ لَقِيَ اللَّهَ سَارِقًا . رواه ابن ماجة 2410
"Siapa saja yang berutang, sedang ia berniat tidak melunasi utangnya, maka ia akan bertemu Allah sebagai seorang PENCURI." (HR Ibnu Majah ~ hasan shahih)
3. Punya rasa takut jika tidak bayar utang, karena alasan dosa yang tidak diampuni dan tidak masuk surga.
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ " يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلاَّ الدَّيْنَ " . رواه مسلم 1886
"Semua dosa orang yang mati syahid diampuni KECUALI utang". (HR Muslim)
4. Jangan merasa tenang kalau masih punya utang.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ دِينَارٌ أَوْ دِرْهَمٌ قُضِيَ مِنْ حَسَنَاتِهِ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ " . رواه ابن ماجة 2414
"Barangsiapa mati dan masih berutang satu dinar atau dirham, maka utang tersebut akan dilunasi dengan (diambil) amal kebaikannya, karena di sana (akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham." (HR Ibnu Majah ~ shahih)
5. Jangan pernah menunda membayar utang.
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ " مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ، فَإِذَا أُتْبِعَ أَحَدُكُمْ عَلَى مَلِيٍّ فَلْيَتْبَعْ ". رواه البخاري 2287 ، مسلم 1564 ، النسائي 4688 ، ابو داود 3345 ، الترمذي 1308
"Menunda-nunda (bayar utang) bagi orang yang mampu (bayar) adalah kezaliman." (HR Bukhari, Muslim, Nasai, Abu Dawud, Tirmidzi

KISAH PENCIPTAAN MALAIKAT JIBRIL


Tatkala Allah menciptakan Malaikat Jibril AS, dipilihlah wujud yang paling rupawan. Maka ia dilengkapi dengan 600 sayap. Masing-masing sepanjang jarak antara penjuru paling timur sampai penjuru paling barat. Begitu penciptaan selasai, berdirilah malaikat Jibril memandangi dirinya yang sangat rupawan.
Dan berkata, "Ya Allah..ya Tuhanku, adakah Engkau menciptakan mahluk yang lebih rupawan daripada aku? Allah menjawab, "Tidak ada yg Aku ciptakan yg lebih rupawan daripada engkau ya Jibril".
Mendengar jawaban Allah seperti itu, perasaan Jibril pun berbunga bunga tiada tara.
Sebagai ungkapan rasa syukurnya yang mendalam, ia kemudian mengerjakan shalat 2 rakaat, yang setiap rekaatnya dilakukan selama 20.000 (dua puluh ribu)tahun..Subhanallah, luar biasa dahsyatnya ungkapan rasa syukur malaikat jibril kepada Allah SWT.
Setelah malaikat Jibril selasai mengerjakan shalatnya, Allah SWT berfirman kepadanya, " Hai jibril, begitu bersungguh-sungguh engkau mengerjakan shalat. Demikian engkau telah melakukan penyembahan kepadaKu dengan penyembahan yang tiada bandingnya. Tetapi ketahuilah hai jibril, bahwa pada akhir zaman nanti akan lahir Nabi terhormat yang Aku sayangi, dia bernama Muhammad".
Ia memiliki umat yang lemah, yang banyak melakukan dosa. Sekiranya umat yang bergelimang dosa itu mau mengerjakan shalat dua rakaat, sekalipun shalatnya banyak kekurangan, waktunya pun tergesa- gesa dan tidak konsentrasi, maka demi Kemuliaan dan keagungan-Ku, sungguh shalat mereka itu lebih Aku sukai dari pada shalatmu! Mengapa? Karena shalat mereka berdasarkan perintah-Ku, sedangkan shalatmu itu bukan berdasarkan perintah-Ku
Jibril kemudian bertanya, "Ya Allah, lalu apakah balasan yang bakal Engkau berikan atas 'ibadah mereka?".
Allah menjawab, "Balasan yang bakal Aku berikan unt mereka adalah Surga Ma'wa".
Begitu mendengar kata2 surga Ma'wa, malaikat Jibril memohon izin kepada Allah agar diperkenankan melihatnya. Allah pun mengabulkan permohonan Jibril ini, dan langsung berangkat menuju Surga tsb.Dia bentangkan sayapnya, lalu terbang untuk menempuh jarak yang amat jauh...
Setiap kali ia membuka sepasang sayapnya, maka berarti dia menempuh jarak sejauh 300.000 (tiga ratus ribu)tahun perjalanan. Begitu juga setiap menutupkan sayap, padahal ia terbang selama tiga ratus ribu tahun serta memiliki sayap tiga ratus pasang sayap atau enam ratus sayap.Namun sejauh itu ia belum juga berhasil mencapai tujuannya.
Ketika merasa begitu letih, Jibril beristirahat disebuah pohon raksasa, kemudian ia bersujud kepada Allah SWT seraya mengadu, "Ya Allah, apakah perjalananku telah sampai separonya, ataukah baru dua pertiga atau bahkan separonya?".
Allah SWT berfirman kepadanya, "Hai Jibril, walaupun kau mampu terbang selama tiga ratus ribu tahun dengan sayap-sayapmu yang sudah ada dan Aku tambah lagi enam ratus sayap, niscahya tidak akan kau bisa mencapai seper seratusnya (1%). Itulah keistimewaan yang akan Aku berikan kepada umat Muhammad yang mau mengerjakan shalat!".
Subhanallah..Betapa Allah begitu memuliakan Manusia. Sementara kita, manusia ini demikian mudahnya melupakan- Nya. Marilah kita senantiasa bersyukur karena telah ditaqdirkan kita menjadi umat Nabi Muhammad SAW...

":::JAWABAN KETIKA ORANG KIRIM SALAM PADA ANDA:::"


" Mungkin kita yang mendapat kiriman salam atau terkadang kita yang dititipi salam, baik dari orang lain, teman ataupun keluarga, baik secara langsung atau melewati surat atau sms.
Terinspirasi hal tersebut, bagaimana seharusnya cara menjawab "kiriman salam" dari seseorang.
Sebagai rujukan atas masalah tersebut adalah kitab Al Adzkar An Nawawi yang menjelaskan dalil tentang kirim / jawab salam.
وروينا في سنن أبي داود عن غالب القطان عن رجل قال: حدثني أبي عن جدي، قال: بَعَثَنِي أَبِي إِلَى رَسُوْلِ الله - صلى الله عليه وسلم - فقال: اِئْتِهِ فَأَقْرِئْهُ السَّلامَ، قَالَ: فَأَتَيْتُهُ فَقُلْتُ : إنَّ أَبِي يُقْرِئُكَ السَّلاَمَ، فَقَالَ : عَلَيْكَ وَعَلَى أَبِيْكَ السَّلاَمُ.
Diriwayatkan dalam Sunan Abu Daud dari Gholib Al Qotthon dari seseorang yg berkata, ayahku telah memberitahuku dari kakekku, dia berkata : "Ayahku mengutusku kepada Rosulullah SAW dan berkata ; Temuilah Rosulullah dan sampaikan untuknya salam. Maka aku mendatangi Rosulullah dan kukatakan, "Sesungguhnya ayahku menyampaikan salam untuk Engkau", maka Rosulullah menjawab : "Alaika wa 'ala abiika assalam (semoga keselamatan atasmu dan juga ayahmu)"
"Wa'alaikum salam"
Ini adalah jawab kita jika ada seseorang yg mengucap salam kepada kita.
Sebagaimana kita maklumi, hukum menjawab salam adalah wajib. Dan arti dari salam tersebut adalah doa keselamatan.
Begitu juga dengan kiriman salam, maka kita juga wajib menjawabnya seketika/langsung setelah kita mendengar atau mendapatkannya.
Namun jika kita hanya mengucap "wa'alaikum salam", kita hanya mendoa'kan orang yg mengucap salam saja. Sedangkan yang mengirim salam tidak mendapat doa kita, ini menurut tata bahasa Arabicnya.
"wa'alaikum salam" berarti "semoga keselamatan juga terlimpah atasmu"
Maka untuk "kirim salam" ini terdapat tambahan lafadz yang berbeda sesuai dengan jenis kelamin pengucap dan pengirim salam, laki-laki (mudzakkar) atau perempuan (mu'annats)
Misalnya :
1. Ahmad berkata :
"Ya Ali..., Bibi Aminah kirim salam untukmu"
2. Fatimah berkata :
"Ibu..., Kakek kirim salam untuk Ibu"
maka untuk "kirim salam" di atas :
1. Ali menjawab : 'alaika wa 'alaihas salam
semoga keselamatan juga atasmu
(Ahmad) dan dia (Bibi Aminah)
2. Ibu menjawab : 'alaiki wa 'alaihis salam
semoga keselamatan juga atasmu
(Fatimah) dan dia (Kakek)
Pembeda dari jawaban di atas intinya terletak pada akhir kata yg menunjukkan jenis kelamin.
"ka" = kamu (laki-laki) "hi" = dia (laki-laki)
"ki" = kamu (perempuan) "ha" = dia (perempuan)
Dari kedua contoh di atas terdapat perbedaan jenis pelaku, baik pengucap maupun pengirim salam. Untuk itu cara menjawab "kirim salam"nya pun menjadi berbeda disesuaikan dengan kaidah tata bahasa Arab.
Pada dasarnya jika kita mendapat "kirim salam", pasti kita sudah mengetahui siapa orang yg sedang ucap salam atau yg mengirim salam kepada kita, laki-laki kah dia atau perempuan. Nah inilah yang menjadi pembeda bentuk grammer jawaban salam kita.
Beberapa bentuk lafadz cara menjawab "kirim salam" adalah sebagai berikut :
1. Pengucap salam laki-laki dan pengirim salam laki-laki
contoh : Ahmad berkata, "Zein..., Hasan kirim salam untukmu"
Jawabnya = 'alaika wa 'alaihis salam
2. Pengucap salam laki-laki dan pengirim salam perempuan
contoh : Ahmad berkata, "Zein..., Bibi Aminah kirim salam untukmu"
Jawabnya = 'alaika wa 'alaihas salam
3. Pengucap salam perempuan dan pengirim salam perempuan
contoh : Zahra berkata, "Zein..., Bibi Aminah kirim salam untukmu"
Jawabnya = 'alaiki wa 'alaihas salam
4. Pengucap salam perempuan dan pengirim salam laki-laki
contoh : Zahra berkata, "Zein..., Hasan kirim salam untukmu"
Jawabnya = 'alaiki wa 'alaihis salam
5. Pengucap salam laki-laki dan pengirim salam dua orang lebih
contoh : Ahmad berkata, "Zein..., jama'ah majelis kirim salam untukmu"
Jawabnya = 'alaika wa 'alaihimus salam
6. Pengucap salam perempuan dan pengirim salam dua orang lebih
contoh : Zahra berkata, "Zein..., jama'ah majelis kirim salam untukmu"
Jawabnya = 'alaiki wa 'alaihimus salam
Ini adalah beberapa bentuk jawaban "kirim salam" menurut tata bahasa Arabicnya, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita demi kesempurnaan Syiar Islam terutama dalam menyebarkan salam.
Segala kebenaran datangnya dari Allah SWT, dan kesalahan berasal dari alfaqir karena minimnya pengetahuan.
والله الموفق وأعلم بالصواب
Allah yang memberi taufiq dan lebih mengetahui kebenaran.SEMOGA BERMANFAAT .AMIN.

Selasa, 26 April 2016

CARA MENGUSIR TUMOR FIBROID

TOLONG''DICATAT DAN PAHAMI INILAH CARA MENGUSIR TUMOR FIBROID DALAM BENTUK KUTIL TAMPA HARUS PERGI KEDOKTER !!!

Tumor fibroid - Kutil, Cara Hapus Mereka Tanpa Pergi Untuk The Doctor

Tumor fibroid adalah tumor jinak pada jaringan ikat. Mereka muncul sebagai kutil pada kulit dengan ukuran hanya beberapa milimeter. Mereka biasanya memiliki warna yang sama dengan kulit, tetapi mereka dapat berpigmen juga. Tumor fibroid tidak kanker, tetapi masalah dari sudut pandang estetika.

Tumor fibroid sebagian besar terjadi pada orang paruh baya pada daerah leher, ketiak, perut, bawah payudara, kelopak mata dan di mana-mana pada kulit. Setiap orang memiliki setidaknya satu fibroma pada kulit, sehingga tidak kondisi langka.

Mereka juga bisa rusak dan menyebabkan peradangan, pertumbuhan, perdarahan, dll Jumlah mereka meningkat dengan usia. Tidak ada alasan untuk pembentukan mereka tumor fibroid masih dikenal, tapi genetika dan obesitas tentu berperan. Mereka dapat bervariasi dalam jumlah - dari beberapa beberapa ratus.
Tumor fibroid mudah dihapus dengan cuka sari apel, tanpa perdarahan dan jaringan parut. Cuka sari apel adalah salah satu pengobatan rumah yang paling efisien. Namun, tidak menghapus fibroma sekitar mata dengan cuka sari apel karena dapat mengiritasi mereka!

Berikut adalah cara menggunakan cuka sari apel untuk menghilangkan tumor fibroid:

Cuci daerah sekitar fibroma hanya menggunakan air dan sabun. Hanya pertama kali, gunakan kapas yang dibasahi air untuk membersihkan fibroma dan biarkan kering. Kemudian, rendam sepotong kapas dalam cuka sari apel dan memeras kelebihan cairan. Tempatkan kapas di fibroma dan menempatkan bantuan band di atasnya. Biarkan selama 15 menit, lalu bilas dengan air. Ulangi prosedur tiga kali sehari selama seminggu. Fibroma akan mulai gelap dan akhirnya jatuh.

Tergantung pada ukuran fibroma, bisa ada bekas luka ringan, yang dapat Anda memperlakukan dengan calendula krim atau gel Aloe Vera. Jika fibroma adalah pada permukaan kulit, tidak akan ada bekas luka